Karya – Karyaku

Lempar Batu Sembunyi Tangan

Posted by: alwafiridho on: Juni 15, 2008

Sepasang sahabat ini sangat nakal, tetapi salah satu dari mereka anaknya pintar. mereka berdua Anton dan Tino.

“Tin, panas banget yah..hari ini…” kata Anton

“Ya..iyalah…masa’ ya..iya dong…, mulan Jamelah masa’ Mulan jamedong?, sudah jelas – jelas panas begini, masih nanya juga” kata Tino

“Tin, ambil mangga itu dong, seger banget tuh…!!” pinta Anton

“Akh… kenapa nggak lo aja, aku kan nggak bisa manjat.” kata Tino

“Ya.. sudahlah…aku ambilin…” kata Anton

Lama menunggu, akhinya Anton turun sambil membawa buah mangga segar.

“Tin…nih gue kasih…” Anton memberikan buah mangga kepada Anton

“Makasi bro…,memang elo sobatku yang baik.” kata Tino

Saat sedang asyiknya memakan buah mangga, tiba – tiba datang pemilik pohon mangga itu.

“Heh…kalian sedang ngapain di situ?” kata pemilik pohon mangga yang bernama Retno

“Eh bapak, mari makan pak..” kata mereka berdua dengan senyum dan halus

“Kalian mencuri buah mangga saya yah…” kata pak Retno

“Kita berdua mengambilnya pak.” kata Anton menunduk

“Kita??? lo..aja…kale…gue nggak…” kata Tino

“Yah..lo..kurang ajar, katanya elo yag mau tanggung jawab” kata Anton

“Heh..sudah…sudah…” kata pak Retno membentak

“Sekarang mana uangnya?, cepat kasih…” sambung bentakannya

“Nih.. pak…” kata Anton sambil memberikan uang

Pak Retno kemudian pergi. sedangkan mereka berdua bercek-cok heboh.

“Tin…lo..lempar batu..sembunyi tangan…” kata Anton menujuk ke arah Tino

“Kapan gue lemar batunya…, bukannya elo yang manjat, nggak ada acara lempar batu segala.” kata Tino membantah

“Akh..lo nggak oke jadi teman.” kata Anton

“Kan gue nggak pernah lempar batu kok, sumpah bener…” kata Tino menegaskan

“Gini bro, elo kan mau bertanggung jawab kenapa lo nggak mau ngaku?” kata Tino menjelaskan

“Oh…ya sudah maafin aku yah” kata Tino

“Ya..sudah.. gue maafin lo” kata Anton

Setelah cek-cok berakhir mereka berteman lagi, mengkaitkan jari kelingking mreka, mereka berata “Walau mempunyai masalah besar anatara kita, kita harus mengerti itu, dan bisa menerimanya”

Tinggalkan Balasan